CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 03 April 2016

Terimakasih :)

Terimakasih kehidupan, untuk rasa pedih yang masih tersisa..

Terimakasih malam, untuk rasa lelah yang masih terbayang..

Terimakasih Pagi, untuk kekecewaan yang masih tersirat :)

Sabtu, 02 April 2016

Harus ada kata putus :)

Bila nanti tiba saatnya kita harus mengakhiri hubungan ini,
jangan lupa rintangan yang pernah kita lalui kemarin..

Bila nanti tiba saatnya kita harus mengakhiri hubungan ini,
jangan lupa kerasnya usaha menempuh jarak yang terbentang ditengah kita..

Bila nanti tiba saatnya kita harus mengakhiri hubungan ini, jangan lupa kerasnya hati menahan rindu yang berkecamuk didada..

Bila nanti tiba saatnya kita harus mengakhiri hubungan ini, jangan lupa betapa pedihnya menahan kesendirian saat ruang kita tak sama..

Bila nanti tiba saatnya kita harus mengakhiri hubungan ini, jangan pernah lupa berapa lama kita harus menunggu untuk saling bersama...

iya :)

Bila nanti tiba saatnya kita harus mengakhiri hubungan kita dan memulai dengan langkah baru sebagai Pasangan yang mengikrarkan janjinya untuk selalu bersama, membawa nama Tuhan dalam bait Janji Suci kita..

Bila nanti..
Tidak ada kata Pisah, yang ada hanya resah bila tidak sujud bersama..
Tidak ada kata ragu, yang ada hanya rindu untuk selalu menatap..

Semoga..

Love,

Yours (soon)

Jakarta merindukan Surabaya
11.34 PM :)

Selasa, 20 Mei 2014

Toh hanya Mungkin

Mungkin, mungkin saja, toh aku hanya berandai-andai.. 
bila malam datang dan tak nampak satupun bintang dilangit luas,
mungkinkah pada saat itu Rembulan sedang marah kepadaku? 

Hingga tak mengijinkan aku melihat pantulan sinarnya dari balik bintang-bintang yang berpijar?

Mungkin, jika pagi datang, dan sang kabut tak kunjung menghilang,
serta sinar mentari tak kunjung datang,
mungkinkah angin sedang memendam amarah padaku?

Hingga tak mengijinkan aku merasakan hangatnya sinar matahari pagi?

Tidakkah kau lihat, hatiku sedang sibuk mencintaimu

Tidakkah kau lihat, hatiku sedang sibuk mencintaimu? 

Tidakkah kau lihat, bibirku sedang mendoakanmu dari kejauhan? 

Tidakkah kau lihat, jemariku sedang berusaha menggenggammu? 

Inikah yang kau sebut cinta? Menjatuhkan berkali-kali dalam kebahagiaan dan mengirisnya menjadi potongan tipis,dan kau terbangkan begitu saja tertiup angin? 

Inikah yang kau sebut cinta, menenggelamkanku dalam rindu dan memaksa hatiku membeku? 

Inikah yang kau sebut cinta, menggantungkan impianku setinggi angkasa lalu menghilang di ? 

Lalu apa namanya jika bukan kesakitan,lalu kau sebut apa jika cinta seperti ini, 
Mungkin kau tidak akan pernah mengerti, apa bentuk dan rasanya cinta, 

Karena kau terlalu sibuk menyakitiku disaat aku sibuk mencintaimu ..

Awan mendung dikala Senja

Sudah ku bilangkan, jangan menari-nari dikala hujan hampir datang, kau sebut itu mendung, kukatakan itu hanya angin yang berhembus.. 


Sungguh melelahkan ya rasanya, menangisi air hujan yang jatuh membasahi bumi.. percuma, buat apalagi, toh sudah jatuh.. 


Semakin malam, semakin pekat, dan semakin meyakinkan, setiap langkah yang kita-ya kita semua-makhluk hidup di bumi ini-setiap langkah yang kita semua-makhluk hidup dimuka bumi ini-langkah yang kita jalani, atau kita sebut saja ehm- entahlah-hanya kekakuan mungkin yang kita rasakan. 


Mau berharap senja datang kembali, toh sudah lewat tengah malam, buat apa disesali.. bersembunyi dibalik ketakutan? Tidak ada gunanya. 


Bukankah Tuhan sudah sangat adil menyisipkan (sedikit) keberanian dipermukaan telapak tangan kita, yang kita tidak sadari karena terlalu sering menutup wajah kita dengan telapak tangan itu? 


Orang-orang akan mengira kita gila ya, atau lebih tepatnya idiot, hehe ga masalah lah, selama kita masih melihat senja esok hari, walaupun hari ini senja di tutupi awan mendung.. 


Kita masih membisu, hanya tetap tinggal menatap kosong langit biru ditengah terpaan angin kemarau, 


Kau selalu bertanya kepadaku, kapan musim semi itu datang, aku selalu meyakinkanmu bahwa “kau selalu menawan, mampu menahan banyak hati yang beterbangan tak tentu arah”, lalu kau memanggilku idiot, iya idiot, sama seperti mereka diluar sana, 


“Hey, bukankah kita sama-sama tahu rasanya hati yang sakit?” keluhku pelan. 


Dan ketika awan mendung mulai datang lagi menghampiri dikala senja, aku selalu meyakinkanmu, “tidak apa-apa, kau akan baik-baik saja, ini hanya masalah waktu, biarkan anginnya berhembus, membawa segala keluh kesahmu melintasi samudera, syukur-syukur bisa tenggelam didasar samudera kan,dan kau tidak perlu merisaukannya lagi” dan lagi aku berkata sambil menghela napas panjang, “ ini hanya masalah waktu, sampai kau tidak perlu merasa perih lagi disitu” kataku sambil menunjuk tepat dihatimu. 


*semoga ini, hanya untaian kata-kata tidak berarti yang mungkin-kau-bisa-memahaminya, bisa membuatmu kembali tersenyum, walaupun rasanya sungguh melelahkan yah, kan sudah kukatakan ini hanya masalah waktu, HANYA-MASALAH-WAKTU”


Aku Tahu Ini Bukan Nafsu, Ini Cinta

Saat awan mendung datang perlahan, 
Aku tahu ini bukan nafsu, ini cinta.. 

Tapi, jika kukatakan pada dunia, maka kata-kataku takkan pernah cukup, 

Lalu aku berpaling padamu, menatap pekat tepat dibola matamu, 

Yang kulihat hanya kekosongan, 

Ingin rasanya kata-kata itu keluar dari bibirku, saat dadaku membuncah, kepalan tangan mengeras sekeras egomu, 

Sudah kukatakan aku mencintaimu, toh tetap saja, aku hanya bualan indah bagimu.. 
kutatap lagi awan mendung itu, aku masih yakin, lalu mengapa kau tidak yakin padaku? 

Mungkin benar, angin mampu membawa pergi semua kenangan indah kita, atau mungkin yang benar seperti ini, angin mampu membawa pergi semua yang kita inginkan, kau yang aku inginkan.. 

Haruskah ku relakan kau pergi bersama angin, atau memaksamu memelukku sekuat tenaga (lagi), 

Ini bukan sajak cinta, atau puisi kesakitan hati.. 

Aku hanya... 

entahlah.. 

Aku hanya butuh waktu.. 

*aku terkadang engkau, sudah kubilang pada diriku, ini-hanya-masalah-waktu*



Sabtu, 17 Mei 2014

Mencintai dan Memeluk

Mencintai dalam kata,Memeluk erat dalam Doa

Cukup mencintaimu dalam doa

Tirai Senja perlahan memeluk puncak gunung,
membiasnya dengan jingga keemasan..

bagai napas yang tersendat-sendat,
aku melanjutkan langkah menuju ketiadaan asa..

dalam gelap aku meraba-raba,
mencari sebatang obor kayu yang usang..

mungkin kita tak harus memeluk angin,
cukup menghirupnya dalam-dalam

mungkin aku tak harus memilikimu,
cukup mencintaimu dalam doa

Jumat, 16 Mei 2014

Tips Wisata Asyik ke KOTA TUA JAKARTA

Rasanya menyenangkan sekali ya kalo misalnya bisa jalan-jalan sambil melepas penat ketempat-tempat yang menarik, well salah satu tempat menarik menurut gue yang ada di Jakarta adalah di Kota Tua

Kota Tua bukanlah benar-benar KOTA TUA, tapi bangunan dan strukturnya masih terasa peninggalan Jaman Belanda, dan ada beberapa bangunan yang dibiarkan dengan ciri khas Jaman Belanda..

Kota Tua menyajikan beberapa Museum yang cukup menarik untuk di Kunjungi loh,
Beberapa yang terkenal adalah Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Bank dan beberapa Museum-museum lainnya

tapi jangan salah terkadang saat berjalan-jalan atau melepas penat dengan meminum es selendang mayang yang dijajakan oleh penjual disana, suka terdapat "kendala" kecil yang bisa membuat mood lumayan ga enak, maka dari itu gue mau bagi beberapa tips ketika mengunjungi Kota Tua.. ( seperti yang pernah gue alami)

Here we go....

1. Gunakan Pakaian yang Pas dan Nyaman

Mungkin terdengar sepele ya, but FYI kalau ke Kota Tua itu pasti selalu padat apalagi kalau Weekend dan ada acara-acara serta Festival yang diadakan oleh beberapa organisasi atau masyarakat.
pakaian yang pas tentu membuat gerak  tubuh juga menjadi nyaman kan, oleh karen itu saran dari gue, gunakanlah celana ( terserah mau celana apa, celana jeans boleh baik panjang maupun pendek, tapi sebaiknya celana panjang, karena udara di Kota Tua cukup panas, dan ga mau kan kulit jadi agak gosong :p), kaos yang dapat menyerap keringat dan sepatu sneaker atau flat shoes ( not recommended banget untuk menggunakan heels apalagi stiletto :p)

2. Bawa barang bawaan seperlunya

Karena Rute di Kota Tua itu banyak museum serta jarak antara satu Museum dengan museum lainnya itu berjauhan, maka tentu sangat merepotkan jikalau harus membawa barang-barang yang tidak diperlukan. ga mungkin kan bawa-bawa barang yang merepotkan seperti tas besar berisi peralatan makeup, baju-baju atau kasur saat berkeliling ( ini mulai ngaco :p). Bawa saja tas kecil yang berisi botol airminum, dompet, tisu, kunci mobil atau motor ( atau sesuai kebutuhan kalian)
INGAT! Orang yang datang ke Kota Tua cukup banyak, tentu ketika masuk ke Museum cukup banyak orang juga yang ada didalamnya, sehingga barang bawaan yang cukup membantu pergerakan kita jadi lebih mudah kan ? :D

3. Tukarkan Uang nominal besar dengan Uang Receh atau Uang yang bernominal lebih kecil

Di Kota Tua banyak sekali Pengamen atau artis Jalanan yang mencari peruntungan disana. Saat lagi beristirahat bisa 3-4 kali kita "disinggahi" oleh pengamen jalanan, tentu ribet bukan jika harus membuka-buka dompet dan mencari uang kecil atau recehan. Oleh karena itu, sisipkanlah beberapa lembar di saku celana atau kantung baju kita. Atau mungkin saat berputar-putar,kita menemukan Artis jalanan yang menurut kita oke, maka kita mungkin akan memberikan "apresiasi" dengan memberikan beberapa lembar uang kita kan?  :D

Well, segitu dulu Tips dari gue saat mengunjungi Kota Tua, semoga bermanfaat..

Semua Tips adalah pengalaman yang gue alami saat berkunjung ke Kota Tua..

Happy Visit Kota Tua :p





Ada yang datang,Ada yang pergi

ada yang datang, ada yang pergi
ada yang pernah menjadi spesial, lalu menjadi hancur

ada yang pernah menyebut diri sebagai sahabat, lalu menghilang seperti angin
ada yang pernah mencintai, dan berlalu seperti buih

ada yang pernah selalu bersama, lalu satu persatu menyingkir
ada yang pernah tersenyum dalam bahagia, lalu menyengir memaksa

ada yang pernah didukung, lalu kemudian menjatuhkan
ada yang dulu dekat, sekarang bagai daun yang beterbangan

ada yang pernah berirama, sekarang seperti tak kenal
ada yang pernah membahagiakan, lalu tiba-tiba menjengkelkan

ada yang terlihat baik, lalu hanya memikirkan diri sendiri
ada yang pernah membuat nyaman, lalu berakhir seperti bajingan..

beberapa orang mendekat, (berpura-pura) menjadi kawan
lalu tiba-tiba seperti tembok datar dengan retak mengelilingi

ada yang datang dan ada yang pergi

“I do not care so much what I am to others as I care what I am to myself.”
― Michel de Montaigne